“Wakaf Uang dan Wakaf Melalui Uang, Cara Mudah Berwakaf”

0 9

ACTNewsJAKARTA –  Jika ditanya bentuk filantropi Islam apa yang sekiranya mampu membangun sebuah peradaban ke tingkat yang lebih baik, maka jawabannya bisa dipastikan adalah wakaf.  Mengapa demikian?

Dalam sejarah peradaban Islam, praktek wakaf telah dimulai sejak zaman Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam. Wakaf sumur dan kebun milik Ustman bin Affan Radhiyallahu`anhu dan Umar bin Khatab Radhiyallahu`anhu menjadi bukti nyata bagaimana wakaf memainkan peran penting dalam menggerakkan produktivitas umat. Ribuan tahun lamanya aset wakaf tersebut terpelihara, mengalirkan manfaat bahkan hingga generasi saat ini.

Begitu banyak aset wakaf di seluruh dunia, utamanya negara-negara Islam, yang telah memberdayakan milyaran umat dari masa ke masa. Wakaf menjadi bentuk filantropi Islam yang memberi manfaat terluas dan berkelanjutan. Berbagai aset berharga dilepaskan kepemilikannya melalui wakaf semata-mata demi meraih pahala dan maslahat yang terus mengalir.

Di berbagai negara Islam, hampir sebagian besar infrastruktur publik telah ditopang oleh wakaf. Rumah sakit, sekolah, pertanian dan perkebunan, lahan strategis, hingga hotel dan gedung perkantoran hasil optimalisasi wakaf terus berkembang. Hal tersebut memudahkan masyarakat (mauquf alaih) mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, dan sarana publik lainnya.

Mendapatkan pahala yang senantiasa mengalir serta mampu memberikan manfaat seluas-luasnya kepada mauquf alaih, umat Muslim mana yang tidak menginginkan hal tersebut? Namun demikian, bayangan bahwa berwakaf itu sulit kerap kali muncul. Utamanya jika melihat aset harta berharga yang umumnya diwakafkan, seperti tanah, lahan pertanian, dan bangunan.

Niat untuk berwakaf demi kemanusiaan dan kesejahteraan yang berkelanjutan begitu kuat. Tetapi, masyarakat (calon wakif) seringkali terbentur pada kenyataan bahwa aset harta yang mampu memberikan maslahat luas saat diwakafkan belum juga dimiliki.

Lantas, apakah untuk berwakaf sesulit itu? Yakni, harus memiliki harta yang besar untuk bisa diwakafkan? Nyatanya tidak.

Wakaf bisa dilakukan bahkan dengan berapa pun besaran hartanya. Tidak seperti zakat yang memiliki nisab (nilai minimal sesuatu harta yang wajib dikeluarkan zakatnya), wakaf tidak mempunyai batasan minimal harta untuk diwakafkan. Wakaf tidak terpaku pada kuantitas harta atau objek wakaf, melainkan pada esensi wakaf itu sendiri. Setiap harta yang diwakafkan harus bisa dijaga dan dioptimalkan hingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Umat Muslim bisa berwakaf dengan mudah, salah satunya dengan berwakaf uang maupun wakaf melalui uang. Menurut Lukman Hakim selaku Brand Management Global Wakaf Foundation, dua jenis wakaf tersebut memudahkan siapa saja yang ingin berwakaf.

“Mulai dari anak-anak hingga dewasa, semua bisa berwakaf uang maupun wakaf melalui uang. Bahkan di Global Wakaf, dengan pecahan uang 5000 rupiah saja, kita sudah bisa berwakaf. Nilai pokok dari uang ini akan kita jaga, kembangkan, dan optimalkan sehingga dapat menghasilkan maslahat yang luas,” ungkap Lukman.

Karena sifatnya yang likuid, wakaf uang dan wakaf melalui uang mudah diproduktifkan dan akan menjadi kekuatan ekonomi yang menyejahterakan dan memberdayakan umat. Pembeda dasar antara kedua wakaf tersebut hanya terletak pada perwujudan objek (harta) wakafnya.

Jika calon wakif berniat berwakaf uang, maka nilai pokok uang tersebut lah yang menjadi objek wakaf. Nominal uang tersebut bernilai tetap dan bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha produktif. Keuntungannya bisa didistribusikan kepada penerima manfaat. Sementara dengan wakaf melalui uang, uang tersebut akan diwujudkan menjadi objek wakaf tertentu yang ditetapkan oleh wakif.

“Misalnya wakaf uang, uangnya akan dimanfaatkan untuk mengoptimalkan produksi lahan pertanian. Hasil atau keuntungan dari produksi pertanian ini akan didistribusikan untuk para mauquf alaih. Nah, kalau wakaf melalui uang, bisa diwujudkan ke bentuk wakaf lain sesuai akad wakif dengan nazir (pengelola wakaf). Wakaf sumur misalnya, daerah-daerah yang mengalami kekeringan merasakan manfaat dari sumur ini,” jelas Lukman.

Global Wakaf sendiri saat ini telah membangun ratusan sumur wakaf di seluruh wilayah Indonesia yang sulit mendapatkan akses air bersih. Di sisi lain, beberapa lahan pertanian yang juga merupakan aset wakaf dari masyarakat, terus diproduktifkan dengan pemanfaatan wakaf uang.

“Di Global Wakaf, kami percaya bahwa semua umat Islam bisa berwakaf dan menjadikan harta mereka bermanfaat untuk masyarakat luas. Kami yakin, filantropi terbaik dalam Islam ini bisa ditunaikan oleh dan untuk umat secara masif. Wakaf akan menjadi gerakan, bahkan gaya hidup. Insya Allah,” pungkas Lukman.

Sumber : https://globalwakaf.com/id/berita/read/600/wakaf-uang-dan-wakaf-melalui-uang-cara-mudah-berwakaf?gclid=CjwKCAiA2fjjBRAjEiwAuewS_ccdzxoy-tRoUsyuED8UDMNtBfyg3zl5UsdoKZbHMKIYwhrhwsQudhoCbB4QAvD_BwE

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.