Untung Besar Bisnis Investasi Kayu Jabon

0 100

Jabon adalah sebuah pohon yang tumbuh di wilayah Asia. Pohon ini terdapat di wilayah Asia Selatan hingga Papua Nugini. Di Indonesia, pohon ini juga dikenal sebagai jabun, kelampayan, empayang, atau worotua.[1]

Pohon ini sangat dikeramatkan oleh umat Hindu di India.

Mengenai Pohon Jabon

  • Jabon adalah Tanaman Kayu Keras yang cepat tumbuh, Tanaman Jabon termasuk famili Rubiaceae ini tumbuh baik pada ketinggian 0 – 1000 meter dari permukaan laut, pada jenis tanah lempung, podsolik cokelat dan aluvial lembab yang umumnya terdapat di sepanjang sungai yang ber-aerasi baik.
  • Jabon adalah jenis pohon cahaya (light-demander) yang cepat tumbuh. Pada umur 3 tahun tingginya dapat mencapai 9 M dengan diameter (garis tengah ingkar batang) 11 cm. Pada usia antara 5 dan 6 tahun lingkar batangnya bisa mencapai 150 cm (diameter 40 cm sampai 50 cm), diameter pertumbuhan antara 5 cm sampai 10 cm/tahun. Pohon Jabon yang tumbuh dihutan pernah ditemukan mencapai tinggi 45 M dengan diameter lebih dari 100 cm.
  • Bentuk tajuk tanaman jabon seperti payung dengan sistem percabangan melingkar, daunnya tidak lebat, batang lurus silindris dan tidak berbanir dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus.
  • Batangnya bebas cabang sampai 60% dari keseluruhan tinggi batang, cabang rontok sendiri (self purning).Warna kayunya putih krem (kuning terang) sampai sawo kemerah-merahan.
  • Kayunya mudah dikeringkan, mudah dipaku dan di lem, susutnya rendah. Sangat mungkin dimanfaatkan oleh Industri Furniture, Plywood / Kayu Lapis, Batang Korek Api, Alas Sepatu, Papan, Peti, bahan kertas Kelas Sedang.
  • Pohon Jabon usia 6 tahun sudah dapat di panen.

A. Prospek Menguntungkan Investasi Kayu Jabon

untung besar bisnis investasi kayu jabon

Untung Besar Bisnis Investasi Kayu Jabon. Berbisnis jabon memang sangat menguntungkan. Selain mudah diolah dan multifungsi, kayu jabon juga mendatangkan rupiah yang berlipat. Bayangkan saja, modal awal membeli satu bibit jabon saat ini sekitar dua ribu rupiah. Setelah panen, dari satu tegakan jabon dapat dijual menjadi Rp300.000—Rp600.000. Keuntungan berlipat ini dapat diperoleh setelah 5—6 tahun. Walaupun waktu tersebut cukup lama, tetapi jika dibandingkan dengan tanaman penghasil kayu lainnya, jabon justru termasuk tanaman yang cepat tumbuh (fast growing species). Dalam satu tahun, pertumbuhan diameter batang jabon mencapai 5—10 cm, sedangkan kenaikan tinggi pohon mencapai 3—6 m.
Berdasarkan karakteristiknya, jabon tergolong tanaman kayu yang memiliki batang yang lurus dan silindris, cabangnya berukuran kecil dan mendatar, memiliki kemampuan pemangkasan alami (self pruning), serta relatif tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Jabon juga termasuk tumbuhan pionir yang dapat tumbuh di lahan terbuka atau kritis sehingga sering digunakan untuk penghijauan, reklamasi lahan bekas tambang, dan pohon peneduh. Kayu yang dihasilkan mudah diolah dan umumnya digunakan sebagai kayu lapis, veeneer basah, bahan pembungkus, korek api, bahan konstruksi ringan, bahan baku papan partikel, dan bubur kertas (pulp). Sekarang, mari kita bahas tahapan Untung Besar Bisnis Investasi Kayu Jabon.

B. Persiapan Lahan Menanam Jabon

  1. Pastikan lahan yang akan digunakan sesuai dengan syarat tumbuh jabon. Umumnya, jabon akan tumbuh optimal pada ketinggian 10—900 m dpl, suhu 21—26º C, dan curah hujan 1.500—5.000 mm/tahun.
  2. Untuk meminimalisasi biaya produksi, usahakan lahan yang digunakan merupakan milik pribadi. Jika menggunakan lahan sewa, sebaiknya lakukan simulasi biaya agar usaha ini tidak rugi.
  3. Lakukan proses pembersihan lahan meliputi jalur tanam dan daerah piringan dengan bantuan alat seperti parang, cangkul, dan mesin pemotong rumput. Selain itu, pembersihan lahan juga dapat menggunakan herbisida agar lahan terbebas dari tumbuhan pengganggu seperti semak belukar, alang-alang, dan rerumputan.
  4. Tentukan jarak tanam jabon sesuai tujuan penggunaan kayu yang dihasilkan.
    – Jarak tanam untuk tujuan penanaman jabon sebagai bahan baku pulp biasanya menggunakan jarak tanam 2 x 2 meter atau 3 x 2 meter.
    – veneer biasanya menggunakan jarak 3 x 3 meter.
    – Jarak tanam untuk tujuan penanaman dengan sistem tumpang sari dapat menggunakan 4 x 4 meter, 5 x 5 meter, atau 8 x 8 meter.
  5. Buat lubang tanam pada titik tanam yang telah ditentukan. Umumnya, ukuran lubang tanam yang digunakan 40 x 40 x 40 cm. Sebaiknya, lakukan penggalian lubang tanam satu minggu sebelum ditanami bibit jabon.
  6. Masukkan pupuk kandang atau kompos sebanyak 3—5 kg dan pupuk NPK sebanyak 50—100 gram per lubang tanam.
  7. Tambahkan kapur jika lahan yang digunakan cenderung asam atau memiliki keterbatasan unsur Ca dan Mg. Dosis kapur yang digunakan biasanya 100 gram per lubang tanam.

C. Tanam Jabon dengan Benar

  1. Usahakan proses penanaman jabon dilakukan pada awal musim hujan. Agar bibit tidak mengalami stres, lakukan penanaman pada pagi hari, yaitu pukul 07.00—11.00 atau sore hari pukul 15.00—17.00.
  2. Siapkan bibit jabon. Padatkan media di dalam polibag. Tujuannya, agar media menjadi kompak dan tidak hancur saat polibag dibuka.
  3. Sobek polibag secara hati-hati, masukkan bibit jabon ke dalam lubang tanam hingga sebatas leher akar. Setelah itu, tutup lubang tanam dengan tanah.
  4. Padatkan tanah di sekitar pangkal batang bibit. Bibit harus berada tepat di tengah-tengah lubang tanam dengan posisi tegak lurus. Setelah itu, pasang penyangga (ajir) sebagai penanda.

D. Lakukan Pemeliharaan Jabon dengan Baik

  1. Lakukan pemupukan susulan berupa pupuk NPK setiap enam bulan, pada awal dan akhir musim hujan dengan dosis 100—200 gram per tanaman. Proses pemupukan ini dilakukan hingga tahun ketiga. Tujuannya, untuk mempercepat pertumbuhan jabon. Pemberian pupuk dilakukan di piringan (kedua sisi tanaman secara berlawanan). Caranya, buat lubang dengan kedalaman sekitar 5 cm. masukkan pupuk, lalu tutup kembali lubang tersebut. Pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.
  2. Lakukan penyulaman tanaman yang rusak dan mati satu bulan setelah penanaman. Pastikan bibit sulam yang digunakan dalam kondisi sehat dan seumur.
  3. Lakukan penyiangan secara manual atau mekanis di dalam piringan dengan jarak 1 meter dari pokok tanaman. Penyiangan juga dapat dilakukan secara kimiawi menggunakan herbisida (chemical weeding).

    Tabel 6. Pelaksanaan penyiangan (weeding) berdasarkan waktu dan kondisi gulma
      Umur
    Tanaman
    (Bulan) Kegiatan Kondisi Areal Deskripsi 2 Weeding I Gulma tidak terlalu padat dan tinggi Buka piringan (radius satu meter) Gulma padat dan tinggi Pangkas gulma, lalu lakukan chemical weeding 5 Weeding II Gulma tidak terlalu padat dan tinggi Chemical weeding Gulma padat dan tinggi Pangkas gulma, lalu lakukan
    chemical weeding 8 Weeding III Gulma tidak terlalu padat dan tinggi Pangkas atau babat 12 Weeding IV Gulma tidak terlalu padat dan tinggi Pangkas atau babat
  4. Lakukan pendangiran sebanyak lima kali dalam setahun dengan jarak piringan sekitar 50 cm dari pokok tanaman. Tujuannya, untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman.
  5. Lakukan pemangkasan cabang kayu yang dekat dengan permukaan tanah, cabang yang rusak, dan cabang yang terkena serangan penyakit bersamaan dengan waktu pendangiran. Caranya, pangkas cabang hingga berjarak sekitar 2—5 cm dari batang utama. Segera tutup luka pangkas dengan bahan penutup luka seperti ter atau parafin. Lakukan pemangkasan hingga tahun kedua. Setelah berumur 2 tahun, jabon sudah mengalami pemangkasan cabang secara alami (self prunning).
  6. Lakukan penjarangan pertama setelah tanaman berumur tiga tahun. Caranya, tebang secara berselang satu pohon di setiap baris atau lajur. Selain untuk pohon siap jual, penjarangan juga dapat dilakukan untuk pohon yang tertekan, batang utama bengkok, menggarpu, bercabang banyak, serta terserang hama dan penyakit.
  7. Lakukan pengendalian hama dan penyakit menggunakan insektisida, fungisida, atau bakterisida. Penggunaan bahan kimia tersebut disesuaikan dengan gejala yang terjadi pada tanaman. Hama yang umum ditemui pada jabon di antaranya uret, ulat grayak, ulat pengisap daun, ulat api, tikus, dan belalang. Sementara itu, penyakit yang sering menyerang jabon di antaranya bercak daun, keriting daun, embun tepung, dan busuk akar.

E. Pemanenan Kayu Jabon

  1. Panen jabon saat berumur 5—6 tahun. Saat umur tersebut, diameter batang utama sudah mencapai 30 cm. Waktu pemanenan juga dapat dilakukan sesuai permintaan pasar.
  2. Sama seperti tanaman kayu lainnya, pemanenan dilakukan dengan cara ditebang. Berikut teknis penebangan pohon jabon.
    – Kurangi cabang dan ranting.
    – Potong dengan gergaji sebagian sisi batang sejajar dengan arah rebah pohon (takik rebah). Jarak antara alas dan atap takik rebah maksimum 5 cm.
    – Potong sisi lainya dengan gergaji setinggi bagian paling atas takik rebah sebagai takik balas. Setelah itu, pohon akan jatuh ke arah takik rebah.

F. Kendala dan Solusi Bisnis Investasi Kayu Jabon

Kendala Solusi
Pertumbuhan jabon relatif lambatLambatnya pertumbuhan jabon dapat terjadi karena kekurangan unsur hara atau air. Lakukan pemupukan secara benar dan sesuai dosis. Penyiangan dan penyiraman juga perlu dilakukan secara teratur.

G. Analisis Usaha Bisnis Investasi Kayu Jabon

a. Asumsi

  1. Lahan yang digunakan berupa lahan sewa seluas 1 hektare.
  2. Masa produksi jabon selama 6 tahun.
  3. Masa pakai peralatan pertanian seperti cangkul, gembor, garpu, dan ember diasumsikan selama 3 tahun, sehingga dilakukan reinvestasi pada tahun ke-4.
  4. Jarak tanam yang digunakan berukuran 3 x 3 m, sehingga jumlah bibit yang ditanam sebanyak 1.111 bibit. Pengadaan bibit ditambah 5% dari jumlah bibit yang dibutuhkan sebagai persediaan bibit sulam.
  5. Biaya pekerjaan 1 HOK sebesar Rp40.000 (1HOK = 7 jam kerja/hari).

b. Rincian Biaya

Biaya investasi bertanam jabon per 6 tahun

Komponen Harga(Rp) Jumlah Satuan Rincian
Sewa lahan 1 hektare 2.000.000 6 Tahun 12.000.000
Hand sprayer 350.000 2 Buah 700.000
Cangkul 50.000 10 Buah 500.000
Gembor 30.000 8 Buah 240.000
Garpu 50.000 8 Buah 400.000
Pompa air dan selang 1.000.000 1 Buah 1.000.000
Wheel barrow 200.000 3 Buah 600.000
Ember 25.000 10 Buah 250.000
Total Investasi tahun ke-1 15.690.000
Komponen Investasi Tahun ke-1 Reinvestasi Tahun ke-4
Sewa lahan 1 hektare 12.000.000 0
Hand sprayer 700.000 700.000
Cangkul 500.000 500.000
Gembor 240.000 240.000
Garpu 400.000 400.000
Pompa air dan selang 1.000.000 0
Wheel barrow 600.000 600.000
Ember 250.000 250.000
Total biaya 15.690.000 2.690.000
Total Biaya Investasi 18.380.000

Biaya variabel bertanam jabon per 6 tahun

Komponen Harga (Rp) Jumlah Satuan Total biaya (Rp)
Biaya Input
Bibit jabon 2.000 1.167 Buah 2.334.000
Pupuk kandang 500 11.110 Kg 5.555.000
PupukNPK 3.000 1.000 Kg 3.000.000
Pestisida 50.000 20 Kg 1.000.000
Biaya Tenaga Kerja
Pembukaan lahan 2.000.000 1 Borongan 2.000.000
Pembuatan lubang tanam 40.000 70 HOK 2.800.000
Penanaman 40.000 15 HOK 600.000
Pemupukan dasar 40.000 8 HOK 320.000
Pemupukan tahun ke-1 40.000 10 HOK 400.000
Pemupukan tahun ke-2 40.000 10 HOK 400.000
Pemupukan tahun ke-3 40.000 10 HOK 400.000
Pemeliharaan 2 kali setahun 40.000 320 HOK 12.800.000
Penjarangan I 40.000 20 HOK 800.000
Penjarangan II 40.000 40 HOK 1.600.000
Pemanenan 40.000 60 HOK 2.400.000
Total Biaya Variabel 36.409.000

Total biaya operasional = Total investasi + Total biaya variabel
                                        = Rp18.380.000 + Rp36.409.000
                                        = Rp54.789.000

b. Pendapatan dan Keuntungan per Hektare Kayu Jabon

1. Pendapatan

Penerimaan Jumlah kayu yang dihasilkan (m3) harga per m3 (Rp) Jumlah
Hasil penjarangan I 30 50.000 1500000
Hasil panen 350 750.000 262500000
Total penerimaan 264.000.000

2. Keuntungan

Keuntungan per 6 tahun    = Pendapatan—Total biaya operasional
                                        = Rp264.000.000—Rp54.789.000
                                        = Rp209.211.000

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Jabon

https://panduanbertanam.blogspot.com/2016/04/untung-besar-bisnis-investasi-kayu-jabon-html

Incoming search terms:

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.