Mengapa Bisnis Properti Bikin ‘Nagih’?

0 98

Liputan6.com, Jakarta – Meski dalam kondisi terpuruk sekalipun, nilai jual sebuah properti rasanya sulit untuk turun drastis, khususnya di Indonesia.

Pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia dan beberapa negara lain tahun 1997, nilai properti ketika dijual pun masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan harga pembelian pertama. Bahkan setelah krisis mereda, nilai jual properti langsung melonjak drastis.

Kesimpulannya, meski kondisi ekonomi sedang terpuruk sekalipun, kenaikan harga properti akan selalu lebih tinggi daripada tingkat inflasi. Catat!(Jangan coba-coba beli rumah di pinggir kota tanpa menyimak ulasan wilayahnya di Area Insider Rumah.com)

Atas dasar inilah, para ‘orang berduit’ gemar berbisnis properti. Entah itu pemain bola, pekerja eksekutif, hingga kalangan selebriti termasuk juga manajemen artis seperti yang digeluti Gema Sakti.

Pria muda yang merupakan manajemen artis dari diva ternama Indonesia, Rossa, ini mengaku sudah mendalami seluk beluk bisnis properti sejak 17 tahun lamanya.

Lagi cari rumah? Gunakan Review Properti dari Rumah.com untuk mendapatkan ulasan dan analisis yang mendalam serta obyektif tentang rumah idaman)

Sebelumnya selama 10 tahun ia bekerja di industri properti pada berbagai perusahaan pengembang, hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi investor seraya menjalankan bisnis PR agency-nya yang dinamakan Gelang Emas.

“Jadi kalau dulu saya berprofesi sebagai karyawan perusahaan properti, sekarang saya memilih sebagai pemain atau investornya. Dan ternyata, menjadi investor properti itu sangat-sangat mengasyikkan di samping sebagai konsultan PR saya juga sering mengadakan event terkait properti,” katanya saat ditemui Rumah.com dalam satu acara.

Contoh event properti yang pernah sukses diselenggarakannya adalah Alam Sutera Property Expo 2016, Alam Sutera Grand Property Expo 2015, hingga Kota Ayodhya Topping Off Celebration.

Menurut Gema, faktor terbesar yang membuatnya ‘ketagihan’ berinvestasi properti tak lain adalah karena capital gain alias keuntungan yang kerap diraupnya.

“Investasi properti itu benar-benar menjanjikan minimal 20% keuntungan dalam waktu dua tahun. Bahkan saya pernah merasakan sendiri, harga jual apartemen yang saya beli itu sudah naik dua kali pada waktu serah terima. Karena jadi hobi, ya akhirnya sudah tujuh tahun ini saya suka membeli properti untuk disewakan atau dijual kembali,” ujarnya.

Jika Anda merupakan pembeli hunian pertama dan masih ragu dengan rumah tinggal incaran Anda, tanyakan apa saja informasi yang dibutuhkan melalui Tanya Agen.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.