Decoupage Art Menjadi Sumber Penghasilan buat Meirina Suminartyningsih

0 173

TIMESINDONESIA, BOJONEGORO – Usaha Decoupage art atau kesenian pembuatan tasberbahan dari kertas dengan desain seni motif yang beraneka hingga ragam, menjadi bisnis sumber penghasilan bagi Meirina Suminartyningsih, perempuan asal Desa Pacul, Kecamatan Pacul, Kabupaten Bojonegoro ini. Selasa (10/7/2018).

Meirina menekuni usaha kerajinan tas itu sejak tertarik dengan usaha milik salah satu temannya dari Malang. Dari situ, dia memulai usaha tas tersebut. Selain itu, ia juga kerap broswing untuk belajar ilmu dari beberapa sumber di internet.

Tas.jpg

“Kerajinan decopege art adalah seni menempel dan menggunting tapi bisa diaplikasikan ke media apa saja, bisa di dompet dan juga bisa di media berhan daun pandan,” kata Meirina Suminartyaningsih, saat ditemui dirumahnya

Menurut Meirina, tas merupakan barang bawaan yang kerap dibawa oleh sebagian perempuan. Peluang usaha penjualan tas pun akhirnya tumbuh dipikirannya.

Dari pengamatan itu, muncul insiatif pendekorasian sehinnga bisa menjadi sumber penghasilan baginya.

Tas-ali.jpg

Namun, setiap usaha bisnis pasti ada yang namanya persaingan. Hal itu membuat sejumlah pengusaha harus memutar otak agar produk yang dijualnya tetap laku dipasaran. Bahkan mereka berinovasi sedemikian rupa dengan memberikan sesuatu yang berbeda, agar produknya diburu oleh konsumen.

Meirina sendiri mampu menekuni seni decoupage art sehingga sukses di Bojonegoro. Peminatnya pun semakin banyak, bahkan pelangganya sampai dari luar pulau.

“Untuk pemesan saya bebaskan. Artinya mereka bisa memesan sesuai selera serta juga bisa memilih bentuk bahan yang diinginkan,” ujar Mbak Mie, panggilan akrab Meirina.

Bisnis seni decoupage art sendiri bagi Meirina, tak cukup mudah. Ia mengaku kesulitan pada proses finishing proses pengguntingan dan penempelan kertas. Menurutnya butuh konsentrasi yang tinggi dan pengulangan rutin.

Soal pembuatan, Meirina cukup memanfaatkan peralatan sederhana, hanya butuh lem, kater serta hairdriyer untuk memperkuat penempelan dan pengeringan.

Salah satu pembeli, Rully. Dia mengaku sebagai pelanggan setia sehingga secara tidak langsung ia kerab mempromosikan produk tersebut keteman kantornya.

Karena menurut dia, produk ini mempunyai daya jual tinggi. “Bagi saya yang unik adalah seninya, dan bisa memilih sesuai selera. Baik motif bunga dan gambar. Saya malah gak suka tas- tas dari luar, cukup lokal saja Made In Bojonegoro,” terang Rully.

Tak hanya menekuni seni decoupage art saja, tapi Mbak Mei juga memanfaatkan sampah yang tidak digunakan menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.

Seperti kertas bekas surat kabar atau koran dan botol susu bekas. Sampah itu didaur ulang atau recycle menjadi fase bunga. Harganya pun berfariasi mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu. 

“Untuk media recycle atau daur ulang, bisa diaplikasikan ke media bekas botol susu formula. Jadi untuk mengangkat nilai jual memang kita harus berfariasi. Sehingga, tas yang diproduksi dapat laku dipasaran,” tutup Meirina Suminartyningsih(*)

Sumber :
https://www.timesindonesia.co.id/read/176116/20180710/173032/decoupage-art-menjadi-sumber-penghasilan-buat-meirina-suminartyningsih/

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.