Kecelakaan maut di jakarta - Selamat datang di agus priyadi dot com

Kecelakaan maut di jakarta

Oleh on 28 December 2012  Dilihat sebanyak : 1,520 Kali
agus priyadi dot com novi amalia

agus priyadi dot com : kecelakaan maut di jakarta …. ehmmm…. kemarin malem lihat di salah satu stasiun TV swasta, ada informasi/berita yang lumayan, yaitu kecelakaan maut di jakarta. Lagi-lagi terjadi kecelakaan maut dijakarta, kebanyakan gara-gara mendem alias teler, hal inilah yang menyebabkan sopir/pengemudi tidak fokus dengan kendaraan yang dikendarainya. Berikut informasi orang-orang yang menjadi sopir penyebab kecelakaan maut di jakarta versi dari detik.net, selamat membaca dan semoga Anda berhati-hati di jalan.

1. Novi Amalia yang Menabrak 7 Orang di Taman Sari

Novi Amilia (25), dengan menggunakan Honda Jazz menabrak 7 orang di kawasan Taman Sari, Jakbar. Kecelakaan ini terjadi pada Oktober lalu. Berdasarkan hasil tes urine, Novi Amalia positif mengkonsumsi ekstasi.

“Diduga pelaku dalam keadaan tidak stabil karena saat mengemudi hanya menggunakan BH dan celana dalam. Hasil tes urine, yang bersangkutan positif mengonsumsi ekstasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Rikwanto, dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat (12/10/2012)

Saksi mata kecelakaan itu melihat Honda Jazz merah bergerak dari arah Hayam Wuruk. Kendaraan itu melaju normal dan kemudian memutar di kawasan Jembatan Ketapang. Tiba-tiba, kendaraan itu memutar dan berhenti di lampu merah. Lampu masih menyala merah, tiba-tiba mobil bergerak tancap gas ke arah kanan. Mobi menabrak tukang siomay dan tukang kopi. Seorang polisi Aiptu Sugiyanto mencoba melakukan pertolongan, tapi ditabrak dan kakinya dilindas.

Mobil terus melaju dan menabrak mikrolet. Bagian depan Jazz hancur. Tetap terus dipaksakan jalan, beberapa pejalan kaki tertabrak kendaraan yang disopiri Novi. Akhirnya di kawasan Limo, Jakbar, mobil berhenti karena ban depan sudah rusak dan petugas mencegat mobil itu.

Warga ada yang mencoba menghakimi Novi. Mobil yang ditumpangi Novi dirusak kacanya, namun petugas segera melerai dan menenangkan warga. Petugas segera membawa Novi dengan mobil PJR ke Polsek Taman Sari. Kasus Novi kini sudah dilimpahkan ke Kejaksaan, namun Novi tidak ditahan.

agus priyadi dot com afriyani

2. Kasus Afriyani yang Menabrak 9 Pejalan Kaki di Tugu Tani

Kasus kecelakaan maut lainya terjadi pada Januari 2012 lalu. Saat itu Afriyani Susanti (29) yang mengemudikan mobil menabrak 9 pejalan kaki di Tugi Tani. Sebelum kecelakaan Afriyani menenggak minuman keras hingga narkoba.

Sebelum kecelakaan terjadi, Afriyani dan 3 temannya, Deny Mulyana (30), Adistria Putri Grani (26) dan Arisendi (34) meluncur menuju Hotel Borobudur. Mereka menghadiri pernikahan temannya. Selama 2 jam, mereka berada di hotel di kawasan Jl Lapangan Banteng itu.

Afriyani Cs bergerak meninggalkan Hotel Borobudur. Mereka pergi ke sebuah tempat hiburan di Kemang, Jaksel. Di klub malam ini dia dan teman-temannya menghabiskan malam dengan menenggak Whiskey dan bir hitam hingga dini hari. Afriyani dan rekan-rekannya bergerak meninggalkan Kemang

Afriyani dan rekan-rekannya tiba di Klub Malam Stadium. Di tempat parkir dia sempat membeli 2 butir ekstasi seharga Rp 400 ribu. 2 Butir ekstasi dia bagi bersama rekan-rekannya. Puas menikmati narkoba serta minuman keras, Afriyani dan rekan-rekannya pergi meninggalkan Stadium. Mereka bergerak menuju Tugu Tani.

Melintas di Tugu Tani, Afriyani kehilangan kendali dan kendaraan yang dibawanya Xenia bernopol B 2749 XI menabrak belasan pejalan kaki. 8 Pejalan kaki tewas di tempat dan 1 orang meninggal di rumah sakit dan 3 lainnya mengalami luka-luka. Afriyani ditahan pihak kepolisian dan telah ditetapkan menjadi tersangka. Dia dan teman-temannya terbukti mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi, sabu, dan ganja.

Afriyani divonis 15 tahun untuk kasus kecelakaan dan 4 tahun untuk kasus kepemilikan narkoba. Afriyani masih mengajukan kasasi dan banding atas vonisnya itu.

agus priyadi dot com ilustrasi

3. Mengemudi Sambil Mabuk, Ronald Utomo Tabrak Banyak Pemotor

Dalam keadaan mabuk, Ronald Utomo (30) mengendarai mobil Nissan Grand Livina yang bersama seorang penumpang Qi Hui (28) pada 19 September 2012 pukul 03.00 WIB. Mobil yang keluar dari Duta Merlin ini melaju dengan kecepatan 100 km/jam dan menggunakan jalur bus TransJ.

“Mobil ini melaju dengan kecepatan 100 km/jam dan menggunakan jalur bus TransJ. Pengemudi dalam keadaan mabuk karena bau naga,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan, Rabu (19/9/2012).

Mobil bernomor polisi B 889 CEQ ini kemudian menabrak motor Mio merah bernomor polisi B 6967 UH yang ditumpangi dua orang. Dua orang penumpang motor terseret 200 meter. Penumpang ini menderita luka patah kaki dan harus menjalani perawatan di RS Husada.

Mobil ini kemudian terus melaju. Saat berada di depan lampu merah Kota di depan Stasiun Beos mobil itu menabrak sebuah sepeda motor Honda. Ada satu korban luka dari kecelakaan ini, namun Ronald terus melarikan mobilnya. Kemudian saat berada di Mangga Besar, Ronald menabrak sebuah sepeda motor yang dikendarai Wahyu, anggota Bareskrim Polri, yang sedang berboncengan dengan seorang wanita.

Ronald terus melaju menuju Tol Ancol. Saat ingin masuk ke Tol Ancol, Ronald kembali menabrak sebuah motor hitam. Hal ini menyebabkan pengendara motor itu luka-luka. Dia kabur kencang karena takut dikejar oleh warga.

Mobil kemudian kabur masuk tol. Saat hendak bayar karcis tol, mobil Ronald diikuti taksi yang dikendarai Rasta. Karena merasa diikuti, mobil Livina itu mundur dan menabrak taksi itu sebanyak tiga kali. Kemudian mobil itu diikuti sampai di perumahan Pantai Indah Kapuk (PIK) Long Beach Blok A, Jakarta Utara. Hingga akhirnya pengendara ugal-ugalan ini dibekuk pukul 06.15 WIB

agus priyadi dot com mercy maut

4. Pengemudi Mercy Menabrak Penjual Kopi Keliling di Bundaran HI

Kecelakaan maut lain terjadi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Senin (23/7/2012). Saat itu pengemudi Mercedes-Benz, Dharshan Sutrisna (31), menabrak penjual kopi keliling hingga tewas di lokasi itu. Dharshan ternyata menenggak Vodka, Sabu dan Inex sebelum menabrak.

“Dari hasil laboratorium pada sampel darah dan urine ditemukan keduanya mengandung MDMA (inex) dan Amphetamine (sabu),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jend Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2012).

Selain itu, Dharshan juga menenggak minuman keras jenis vodka dan wine di salah satu apartemen di kawasan Semanggi. Akibat menenggak miras dan narkoba ini, Dharshan sempat teler lama sebelum bisa diperiksa.

“Untuk inex dikonsumsi di sebuah hotel di bilangan Jakarta,” kata Rikwanto.

Menurut Rikwanto, pihaknya saat ini melibatkan Sat Narkoba Polda Metro Jaya untuk mencari tahu di mana dan bersama siapa Dharshan saat mengkonsumsi narkoba tersebut.

“Termasuk dari mana diperoleh. Informasi ini masih kita uji di lapangan kembali,” terangnya.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi sekitar 03.00 WIB, Senin (23/7). Kendaraan Mercy bernopol B-1201-BAD yang dikemudikan Darsan menabrak 3 orang yang tengah membeli kopi di Bundaran HI. Seorang warga bernama Haryanto Sjahri yang biasa menjual kopi keliling, meninggal dunia.

2 Orang lainnya mengalami luka-luka yakni Andry dan Jamaludin. Mereka dirawat di RSCM karena luka ringan. Darsan ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya.

agus priyadi dot com nissan

5. Kecelakaan Maut Nissan Livina di Jl Ampera

Kecelakaan maut lain terjadi di Jl Ampera, Jakarta Selatan pada Kamis (27/12/2012). Saat itu sebuah Nissan Grand Livina yang dikemudikan Andika Pradika (27) menabrak warung pecel lele sehingga menyebabkan dua orang meninggal dan beberapa orang luka-luka.

Kecelakaan ini berawal ketika Andika Pradika (27) bersama rekannya warga Korea, Hwancheol (27), melintas di Jl Kemang dengan menggunakan mobil Nissan Grand Livina bernomor polisi B 1796 KFL. Saat itu, Andika menabrak sebuah mobil Daihatsu Taruna bernomor polisi B 8162 RR yang akan keluar dari tempat parkir Cafe Piccadilly, Kemang. Andika kemudian kabur ke Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan.

Pengemudi mobil Daihatsu Taruna kemudian mengejar Livina yang dikemudian Andika. Andika kabur dengan mematikan lampu depan mobilnya. Saat kabur Andika menabrak 3 motor yang sedang parkir di tempat tambal ban di Jl Ampera.

Meski menabrak, motor mobil terus dipacu sehingga menabrak warung pecel ayam yang berjarak 80 meter dari warung pecel lele. Andika masih mencoba kabur dan mencoba memacu mobilnya. Mobil Livina baru berhenti setelah menabrak Avanza Silver yang melaju secar berlawanan di Jl Ampera.

Polisi sudah menetapkan Andika Pradika sebagai tersangka. Dalam pemeriksan Andika ternyata mengemudian mobil itu dalam keadaam mabuk alkohol.

 

Sumber : Detik.com

Incoming search terms:

About Agus Priyadi

3 Comments

  1. Cah angon

    3 January 2013 at 19:13

    Emane rek , mobil apik apik di tabraak tabrakno…..

    • Agus Priyadi

      4 January 2013 at 08:00

      lha piye to yus…. duwite wes akeh lho… adus wae nggawe duwit lho.. heheheh :D

      • Cah Angon

        5 January 2013 at 18:47

        wekekekek madiang sek sam , ben wareg hehe :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also likeclose